Break a LEG

Wah , tumblr ini sering dilihat tapi jarang di update. Maaf means nothing. Super nothing malah HAHA. Tapi ga ada salahnya dong saya mampir lagi kesini yah. Okesip
Kuliah. Ya, itu yang bikin sibuk. Selain itu, ujian2 yang bikin “mabuk” belajar dan rutinitas teman2 dan ehem…pacar. Hahaha. Semenjak itu, social media ini jarang tersentuh. *sembah Tumblr*
Banyak hal yang mau dibilang tapi bingung mau cerita dari mana, wahai follower tumblrku abaikan tulisan yang tidak sangat bermutu ini HIHI XD
Sekian itu aja, kan cuma mau mampir.
Akan kembali dilain waktu senggang

*Love
Mega

#ciyeh

Dulu saya pernah bilang dengan orang-orang terdekat saya. saya lelah patah hati

Hingga tiba-tiba datang seseorang, yang meruntuhkan segala denial dari apa yang sebenarnya saya cari sejak lama.

Kenyamanan yang nyata terasa, yang awalnya saya tolak untuk akui. Terus-menerus mencari excuses untuk menyatakan bahwa saya enggan. Ketakutan entah dari mana yang tiba-tiba muncul, takut akan hadirnya harapan dan datangnya kembali kekecewaan. Ragu atas diri sendiri, takut bahwa saya bisa bahagia. Takut bahwa saya malah semakin yakin dengan dia.

 ”Cinta itu kayak taruhan , kalau gak sakit hati ya happy. Kalau lo nyaman dan dia baik, apa yang lo takutin lagi sih?”.  Atau kalau kata Adele, Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead.

Hingga akhirnya, setelah melalui konsultasi panjang dan perjuangan sanasini *alah dan pada akhirnya saya menemukan apa yang sebenarnya saya rasakan. Mungkin benar, cinta itu memang taruhan. Mempertaruhkan hati, harapan, dan (mungkin) masa depan, to win some or learn some, or even both. But then again, bukankah di dalam hidup, kita memang mempertaruhkan segalanya untuk meraih bahagia?